UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
Profesional · Unggul · Berdaya Saing · Berkolaborasi · Berinovasi
|

USTJ dan Universiti Kebangsaan Malaysia Perkuat Kerjasama Akademik Global

4
Admin Kampus 23 Mei 2026
Pengumuman

Universitas Sains dan Teknologi Jayapura terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui perluasan jejaring akademik global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Kebangsaan Malaysia yang dirangkaikan dengan Seminar Internasional bertema “Religion and Economics: A Clash of Civilisations”, di Hotel Suni Abepura, Jayapura, pada 13 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya USTJ dalam meningkatkan kualitas akademik, memperluas kolaborasi antar perguruan tinggi, serta memperkuat pengembangan sumber daya manusia Papua yang unggul dan berdaya saing global.

Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah USTJ dalam membangun kemitraan akademik bersama perguruan tinggi luar negeri.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan sivitas akademika USTJ serta delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia atas terselenggaranya kerjasama yang memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan tinggi di Papua,” ujar Aryoko Rumaropen.

Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di Papua memiliki kemampuan untuk tampil dan berkembang pada level akademik global.

“Ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan tinggi di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua, mampu menjangkau dan bersaing di panggung akademik dunia,” tegasnya.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor USTJ, Dr. M. Rusdianto Abu, S.AP., M.Si., bersama Profesor Abdul Ghafar Ismail dan Associate Professor Dr. Muhammad Hakimi Mohd Shafiai selaku delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia. Kegiatan ini dipimpin oleh Garzia Corona Utama Rumkorem, M.Sc., selaku Ketua Panitia sekaligus dosen USTJ.

Rektor USTJ, Dr. M. Rusdianto Abu, menyampaikan bahwa penguatan jejaring akademik global merupakan bagian dari strategi USTJ dalam meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan institusi, serta penguatan kapasitas sivitas akademika.

“Kegiatan seperti ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika USTJ untuk terus berkembang, berinovasi, dan memperluas wawasan keilmuan melalui kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan di tingkat global,” jelas Rusdianto.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Internasional yang menghadirkan dua akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai narasumber utama.

Pada sesi pertama, Profesor Abdul Ghafar Ismail yang merupakan Professor of Islamic Financial Economics memaparkan materi “Religion and Economics: A Clash of Civilisations”. Selanjutnya pada sesi kedua, Associate Professor Dr. Muhammad Hakimi Mohd Shafiai menyampaikan materi “Halal Economy in Transition: Can Nusantara Lead Next Global Phase?”

Dalam sambutannya, Aryoko Rumaropen menilai tema seminar tersebut sangat relevan dengan dinamika global saat ini, khususnya dalam memahami hubungan antara nilai-nilai agama dan sistem ekonomi modern.

“Tema seminar ini memberikan ruang diskusi akademik yang penting dalam memahami interaksi antara nilai-nilai agama dan perkembangan ekonomi modern di tengah perubahan global yang semakin dinamis,” ungkapnya.

Seminar dipandu oleh Vika Annisa Qurrata, Ph.D., dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa dari Program Studi Akuntansi, Sastra Inggris, Ilmu Pemerintahan, dan Ilmu Hubungan Internasional di lingkungan Fakultas Ekonomi, Sastra, Sosial dan Politik (FESSOSPOL) USTJ. Kegiatan berlangsung menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Malaysia.

Melalui penguatan jejaring akademik global ini, USTJ menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan, memperluas kemitraan lintas negara, serta mencetak generasi Papua yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.